Jarum BBM Ngaco ??

Beberapa saat lalu saya sempat kejadian jarum penunjuk bahan bakar si “Brownies” grandia melakukan manuver yang tidak selayaknya. Setelah melakukan cek sana-sini ternyata alat sensor penunjuk jarum (mekanik) yang berada di dalam tangki bahan bakar penyebabnya. Hal tersebut saya ketahui dengan mencoba mengganti peralatan tersebut dengan yang baru dan ternyata penyakit tersebut sembuh. Karena penasaran investigasi saya tidak berhenti sampai disini !
Peralatan sensor orisinil yang sudah dilepas berusaha saya bongkar untuk mengetahui kenapa indikator tersebut menjadi kacau jalannya. Indikasi kacaunya seperti jarum yang tiba-tiba menunjukkan bahan bakar tinggal sedikit ataupun habis. Padahal beberapa saat sebelumnya masih menunjukkan terisi penuh. Setelah saya lepas peralatan sensor tersebut dari tangki bahan bakar terdapat rumah tempat resistan variabel atau potensiometer yang berujud bilah-bilah. ketika tuas bergerak seiring dengan ketinggian bahan bakar maka tangkai potensiometer yang terhubung dengan tuas tadi juga bergerak. Tangkai potensi ini akan berhubungan dengan bilah-bilah resistan tadi dan menunjukkan ukuran yang berubah-ubah sesuai jumlah bahan-bakar.
Kenapa Ngaco ?
Ternyata penyebab kacaunya indikator tersebut karena permukaan bilah dan tangkai potensio tersebut sudah kemakan usia alias keropos. Sehingga hubungan antara 2 permukaan tersebut tidak sempurna sehingga pada titik tertentu hubungan tersebut terputus atau terhubung secara bersamaan antara bilah-bilah tersebut. Pada gambar 3-6 menggambarkan beberapa posisi tangkai potensio dengan bila-bilah.
Jika ada ide untuk memperbaiki peralatan sensor ini kemungkinan agak sulit. Hal tersebut dikarenakan susah untuk mengganti perbagian dari peralatan yang ukuran nya kecil. Selain itu semua bagian terhubung secara paten. Bisa jadi kita melakukan percobaan secara hati-hati dengan mengganti tangkai potensio yang lubang karena gesekan, tapi untuk bilah-bilah resistan kemungkinan besar sulit.
IMG00579-20120406-0617
376 Total Views 3 Views Today
Bookmark the permalink.

Comments are closed.